Meneladani Michelle Obama (DNC's Speech)


Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan politik di Amerika, membedakan program Republican dan Democrat saja masih terbalik-balik. Namun saya mengagumi Michelle Obama. Dia benar-benar sosok wanita yang pantas ditiru. Tidak harus berusaha keras untuk menampilkan diri, namun tetap bersinar. Menjadi istri orang pertama di Amerika, namun tetap rendah hati dan ramah. Memiliki jadwal kenegaraan yang luar biasa sibuk, namun tetap memperhatikan perkembangan kedua buah hatinya, dan menciptakan suasana yang hangat di rumah.

Baru-baru ini, media banyak memuji penampilannya di Democratic National Convention, 4 September 2012 kemarin. Saya pun penasaran dan mencari videonya:


Michelle tampak smart dan elegant dengan dalam balutan dress warna pink. Namun yang lebih berkesan dari video ini, adalah kelancaran dan ketegasannya dalam memberikan pidato, menunjukkan kualitas pribadi dan tingkat intelektualnya.

Michelle mengawali pidatonya dengan cerita-cerita dari rakyat yang berjuang tanpa pamrih untuk negaranya. Tentang guru yang rela tidak dibayar, tentang seorang pemuda yang buta karena terkena bom di Afganistan dan rela melakukan hal yang sama jika dia harus mengulanginya. Tentang rakyat Amerika yang menginspirasinya. Tentang kebanggaan menjadi warga Amerika. Tentang American dream :)

Kemudian Michelle bercerita tentang kekagumannya kepada Obama. Tentang bagaimana kualitas suaminya sekarang telah bisa dilihat sedari mereka muda.
"I loved Barack just the way he was. You see, even back then, when Barack was a Senator and presidential candidate, to me, he was still the guy who picked me up for our dates in a car that was so rusted out".

Tentang background keluarganya yang miskin, namun ayahnya tetap berusaha keras dan memastikan bahwa mereka tetap bisa kuliah dengan uang kiriman seadanya. Tentang bagaimana nenek Barack, dibalik kerja keras dan prestasinya yang cemerlang, hanya mendapat uang seadanya karena dia wanita. Bagaimana keluarga mereka berdua menganut paham American promise:
"Even if you don't start out with much, if you work hard and do what you are supposed to do, you should be able to build a decent life for yourself and an even better life for your kids and grandkids".

Kata-kata mutiara mungkin telah biasa kita dengar dari motivator. Namun apabila kata-kata tersebut keluar dari orang yang telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, tentu kata-kata itu akan menjadi lebih bermakna. Seperti nasihat Michelle yang satu ini:
"We learned about honesty and integrity. That the truth matters. That you don't take shortcuts are played by your own set of rules. And success doesn't count unless you earn it fair and square."

Terakhir, adalah kalimat yang paling saya ingat dalam pidato Michelle ini. Tidak mengherankan apabila di banyak ulasan, dikatakan bahwa kalimat ini merupakan salah satu yang terbaik dalam leadership convention di seluruh dunia:
"I have seen firsthand that being president does not change who you are. No, it reveals who you are".

Michelle Obama, wanita perkasa dibalik kesuksesan president Amerika Barack Obama.

*Untuk full speech dari Michelle Obama, dapat dilihat disini

Komentar