Ketidaknyamanan (yang saya alami) Saat Hamil



Setiap kehamilan berbeda-beda, itu yang sering saya baca di artikel-artikel mengenai kehamilan. Keluhan-keluhan yang saya alami terkadang berbeda dengan teman-teman, bahkan ibu sendiri. Selama hamil, mual dan muntah sama sekali tidak pernah terjadi, namun diganti dengan ketidaknyamanan ini:

1. Gatal
Setiap orang yang saya temui mengatakan bahwa ini wajar karena kulit sedang meregang, sehingga lebih kering dan terasa gatal, obatnya cukup dengan body lotion. Bukan, gatal saya berbeda. Saya tidak merasakan gatal di perut. Kalaupun gatal di perut, cukup diberi body lotion saja sudah reda. Gatal saya terjadi di sekitar pergelangan kaki, betis depan, dan paha. Ketika sedang parah, pantat dan lengan atas pun terasa sangat gatal. Awalnya terlihat seperti biduran, tapi kata dokter bukan. Ini mulai saya alami pada bulan kelima, kemudian menghilang, dan muncul lagi di bulan kesembilan. Dokter, bidan, dan mertua saya yang apoteker tidak bisa menemukan sebabnya selain (mungkin) bawaan bayi :) Jadi saya mencoba berdamai dengan rasa gatal ini. Memang hilang setelah minum obat dari dokter, tapi ketimbang minum obat gatal berbulan-bulan, saya lebih memilih menahannya saja. Terkadang kompres air dingin membantu, tapi tetap tidak senyaman ketika digaruk. Akibatnya, pergelangan kaki saya berubah warna, seperti campuran merah dan abu-abu, karena banyak digaruk. Semoga lekas kembali setelah si tole lahir :)

2. Bengkak / Edema
Setiap orang yang bertemu pasti berkata kalau kaki saya sangat bengkak. Tidak, ini bukan gejala pre-eklampsia karena tekanan darah saya cenderung rendah dan tidak ada protein dalam urin. Diet garam juga dilakukan, tapi tidak berefek, jadi tidak diteruskan. Kaki saya bengkak jika terlalu lama berjalan atau terlalu lama duduk. Kadang tidak jelas karena apa. Satu-satunya cara untuk meredakannya adalah dengan berbaring meninggikan kaki, sambil melakukan peregangan di telapak kaki (saya diajari hal ini di kelas senam hamil). Pijatan pada kaki juga membantu :) Setelah 10-15 menit, bengkak mereda. Saya melakukan ini 2-3 kali sehari, atau ketika telapak kaki mulai terasa kebas saking bengkaknya.

3. Pelvic Pain
Sejak bulan kedelapan, ketika bangun tidur, pasti terasa sakit didaerah selangkangan, terutama ketika saya tidur dalam keadaan miring. Padahal banyak penelitian menyarankan sebaiknya tidur menghadap kiri, tapi bagi saya lebih nyaman tidur telentang. Jika saya tidur menghadap kiri, saat bangun rasanya tidak sanggup untuk duduk atau sekedar berbalik telentang. Butuh stretching sekitar 10 menit baru saya bisa sanggup berubah posisi. Kata dokter dan bidan, mungkin karena kepala bayi sudah memasuki panggul. Sakit ini juga dialami ketika saya banyak berjalan, tapi tidak sesakit ketika tidur dalam posisi miring.

4. Vaginal Discharge
Vaginal discharge ini ternyata adalah keputihan, namun tidak berbahaya. Terjadi karena pengingkatan kadar hormon esterogen yang dialami wanita hamil. Yang bisa dilakukan adalah tetap menjaga kebersihan vagina dan mengganti celana dalam ketika terasa basah. Di trimester akhir, saya bisa mengganti celana dalam sampai 4 kali sehari, karena penggunaan pantyliner tidak disarankan :)



5. Lebih Cepat Lelah
Ini sudah pasti, karena berat badan kita bertambah dan harus berbagi nutrisi dengan bayi. Ditambah lagi saya menderita Anemia saat hamil. Untuk menyiasatinya, saya melakukan power nap agar tidak menghabiskan hari dengan hanya tidur-tiduran saja :) Saya biasa melakukannya sekitar jam 9 pagi dan jam 2 siang, selama sekitar 30 menit sampai 1 jam, tergantung aktivitas yang saya lakukan sebelumnya. Karena telah melakukan 1-2 kali power nap di siang hari (dan diimbangi dengan olahraga), saya merasa well rested dan lebih produktif ketimbang orang lain di usia kehamilan saya (agak subyektif memang, hahaha).

6. Kulit yang Menghitam
Saya awalnya cukup senang karena perut saya baik-baik saja, tidak menghasilkan stretchmark seperti teman-teman saya. Namun setelah diperhatikan, ternyata banyak bagian tubuh saya yang kulitnya menghitam. Terutama di bagian ketiak dan pantat :( Ini juga hormonal, jadi semoga kembali seperti semula setelah melahirkan :)

7. Menjadi Lebih Emosional
Mungkin ini juga pengaruh hormon. Ketika lapar, saya langsung berubah menjadi super bad mood dan tak jarang sampai menangis lebay. Makanya saya selalu menyediakan cemilan dan makan sebelum benar-benar lapar. Terkadang saya tiba-tiba menjadi sangat emosional karena hal-hal sepele. Untung suami saya paham dan berusaha menghibur saya ketika sedang "kumat".

Selain ketidaknyamanan diatas, saya juga mengalami peningkatan frekuensi BAK, lebih sering kentut, dan juga (terkadang) kram kaki. Namun tidak separah 7 diatas tadi. Saya termasuk orang yang cuek dan tidak terlalu memikirkan ketidaknyamanan tadi dan fokus kepada hal-hal yang membuat saya bahagia. It's important to stay positive and relax in our pregnancy :)

Komentar