Rekomendasi Buku Bayi usia 0-12 bulan ala Nara

Saya adalah seorang kutu buku, saya sangat suka membaca dan membaca mengajari saya banyak hal. Saya ingin mengajak anak saya mencintai buku sejak dini. Mencintai buku ya, bukan bisa membaca sejak dini. Alhamdulilah di usianya yang 13 bulan, Nara familiar dengan buku dan suka mengambil buku untuk minta dibacakan. Ini buku-buku yang saya bacakan untuk Nara di usia 0 – 12 bulan:

Usia 3 bulan: Nara suka sekali kalau diajak "membaca"



Nara usia 4 bulan "membaca" buku

1. Buku cerita
Sebenarnya bisa any kind of buku cerita, namun kebetulan saya baru punya buku “The complete barnyard collection” ini hasil jastip di event BBW Jakarta tahun 2016. Yasudah, itu yang saya bacakan ke Nara. Hehehe. Sebenarnya untuk menstimulasi visualnya, lebih baik memakai buku yang warnanya hitam putih saja, karena bayi dibawah 3 bulan penglihatannya masih belum sempurna.
Pros : Nara terlihat menikmati buku cerita ini, kalau dibacakan dia seolah-olah mengerti. Hihihi.
Cons: Warna kurang mencolok, gambar terlalu kompleks, mungkin cocok untuk anak yang lebih besar (sekitar 2 tahunan keatas)


Nara seru sendiri dengan buku bantalnya
2. Buku bantal (Soft book)
Ini adalah favorit Nara saat dia mulai bisa menggigit! Buku bantal ini sangat minim tulisan, hanya memperkenalkan kepada buku sekaligus untuk mainan bayi. Terdapat karet untuk gigitan di ujungnya, namun Nara tidak terlalu peduli (atau simply tidak suka) menggigit bagian tersebut. Dia menggigit seluruh bagian buku dan secara otomatis air liurnya pun membasahi seluruh buku. Setelah beberapa minggu melihat Nara sangat suka buku ini, maka saya beli untuk kedua kalinya (warna/cerita berbeda). Kedua soft book saya bermerek Carters. Menurut saya ukurannya pas untuk bayi, warnanya cukup mencolok dan disukai balita, serta ada bagian yang bisa dipencet (penting untuk awal-awal mengenalkan “keasyikan” buku ini kepada bayi).
Pros : Buku bayi paling favorit Nara saat dia bayi
Cons : Minimal punya 2 atau ada 1 bathtime book, karena harus sering-sering dicuci (ada air liur)


3. Buku Mandi (Bathtime book)
Seandainya saya mengenal ini lebih dulu, mungkin tidak perlu membeli 2 buku bantal, salah satunya bisa diganti bathtime book ini. Awalnya saya skeptis, untuk apa sih buku mandi? Apalagi Nara yang mulai mandi duduk usia sekitar 5 bulan, sangat suka mandi, terutama dengan bola plastik atau wadah plastik yang bisa diisi air. Rasanya saya nggak perlu menambahkan item baru untk menemaninya mandi. Namun ternyata, meskipun namanya buku Mandi, di anak saya buku ini seperti soft book yang lebih mudah dibersihkan. Jadi tidak perlu dicuci dan jemur hampir setiap hari, buku mandi ini cukup dilap basah dan diangin-anginkan. Sesekali tetap saya cuci untuk memastikan kebersihannya, tapi mengurangi kerepotannya. Untuk tingkat kefavoritannya, memang Nara lebih suka softbooknya, namun tidak masalah juga jika dia diberikan buku ini. Untuk beberapa varian, ada bagian yang bisa dipencet, Nara paling suka buku kodok ini yang beli di BBW. Oh ya, untuk bayi yang sudah makan, lebih baik diberi bathtime book ini, karena softbook agak susah dibersihkan jika terkena makanan.
Pros : Lebih mudah dibersihkan dibanding buku bantal, cukup dilap memakai tisu basah bayi yang foodgrade.
Cons : Setelah dipakai, harus langsung dilap supaya air liur bayi tidak melekat dan lengket.

4. Buku dengan foto asli (Picture book)
Ini buku favorit Nara sampai sekarang dia berusia 13 bulan. Saya baca di beberapa litratur kalau bacaan terbaik untuk bayi sebenarnya ya picture book ini, karena mereka belajar mengenali gambar asli sehingga lebih mudah mengidentifikasi obyek asli. Make sense banget, misalnya karena sering dilihatkan gambar burung di buku, dia langsung paham itu burung saat bertemu hewan aslinya. Jika dikenalkan kepada gambar kartun, dia kesulitan mengasosiasikan dengan hewan asli saat bertemu langsung. Menurut saya buku ilustrasi tetap bagus, namun untuk anak yang lebih besar, untuk mengembangkan wawasan visualnya. Misalnya sapi asli dengan sapi di gambar maupun sapi kartun itu adalah tetap sapi meski gambarnya beda-beda (semoga paham maksud saya ya), hehehe. Untuk jenis bukunya, saya memilih board book agar awet ditarik-tarik dan dibanting.
Pros : Favorit Nara 
Cons : Repot untuk dibawa-bawa karena bentuknya board book (berat)

Nara tertarik meraba buku touch and feel

5. Buku Touch and Feel
Untuk anak bayi buku semacam ini bagus untuk melatih sensori. Lucu melihat ekspresinya merasakan tekstur yang baru dan mungkin terasa geli. Sayang untuk Nara, buku seperti ini belum awet karena dia akhirnya lebih tertarik untuk mencopoti tempelan teksturnya atau menariknya. Sayang padahal bukunya lumayan mahal :)/
Pro: Bisa melatih sensori bayi
Cons: Tidak awet untuk Nara.

Kesimpulan: Kenalkan bayi pada buku yang beragam. Karena kita tidak pernah tahu buku apa yang akan menjadi favoritnya :)

Komentar

  1. Mbaaak buku-bukunya beli di mana ya btw? Aku juga berniat memperkenalkan buku pada anakku nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak.. So sorry telat balasnya. Beli macam2 aku.
      Kalau buku import bisa di:
      - Event Big Bad Wolf (BBW)
      - (Toko buku) Alfabet Sale (biasanya kalau pas ada baby fair mrk buka stan)
      - Online di book depository

      Kalau buku lokal:
      - Gramedia / Gramedia.com
      - Mizan Sale
      - Instagram rabbithole

      Semoga membantu ya mom :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for reading this, your comments means a lot to me. For ASAP answer, you can poke me on my Instagram @vannyerliana :)